0

Mengenal perbedaan TOEFL dan IELTS

13 Feb 2013 by M Syaiful Anwar in Scholars, What's on

Bagi mereka yang sedang belajar bahasa Inggris untuk persiapan belajar ke luar negeri, kata TOEFL dan IELTS hampir selalu terngiang di telinga. Tuntutan agar TOEFL atau IELTS mencapai angka tertentu, selalu menjadi pendorong bagi peserta kursus untuk segera mengejarnya. Pertanyaannya kemudian, adakah jaminan bahwa angka tertentu yang terkandung dalam TOEFL dan IELTS benar-benar mencerminkan kemampuan bahasa Inggris seseorang? Apa pula beda antara TOEFL dan IELTS?

TOEFL atau Test Of English as a Foreign Language. Tes ini dibuat oleh sebuah lembaga pendidikan, Educational Testing Service (ETS) di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.

TOEFL dimaksudkan sebagai alat ukur atau evaluasi atas kemampuan berbahasa Inggris seseorang. TOEFL sendiri ada tiga jenis, yaitu TOEFL International, TOEFL ITP (Institutional Testing Program), dan TOEFL Prediction. TOEFL Internasional sering juga disebut sebagai computer-based TOEFL (CBT) karena bentuk tesnya menggunakan komputer. TOEFL ITP berupa tes tertulis, dan sering disebut paper-based TOEFL (PBT). Sedangkan TOEFL Prediction merupakan bentuk tes yang mirip TOEFL, tetapi tidak dikeluarkan/diprakarsai ETS.

Kini, CBT sudah banyak digunakan sejumlah lembaga pendidikan dan kantor untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris calon mahasiswa atau karyawan. Seperti tes lainnya, CBT mengandung empat unsur, yaitu menyimak (listening), berbicara (speaking) yang kadang diganti dengan gramatika (structure), membaca (reading), dan menulis (writing).

Listening dimaksudkan untuk mengukur kemampuan mendengar dan menyimak bahasa Inggris, structure untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris dengan gramatika baku, reading untuk mengukur kemampuan memahami bacaan, dan writing sebagai sarana untuk mengukur kemampuan mengungkap gagasan dalam tulisan berbahasa Inggris.

IELTS saingan TOEFL?

Selain TOEFL, kita juga sering mendengar kata IELTS. IELTS merupakan singkatan dari The International English Language Testing System. Kalau TOEFL merupakan tes berdasar Educational Testing Service (ETS) di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, IELTS dibuat oleh Inggris dan Australia. Boleh dikata, IELTS sebenarnya untuk negara-negara tujuan berbahasa Inggris seperti negeri Inggris dan commonwealth (persemakmuran).

Dikemukakan, skor IELTS berkisar 0-9. Sedangkan skor TOEFL bisa mencapai ratusan. Bagi mereka yang akan belajar ke luar negeri, amat diharapkan nilai TOEFL lebih dari 500. Angka 400-450 sering dianggap limited users, yaitu seseorang bisa berkomunikasi secara singkat dengan disertai kesalahan.

Angka 450-500 sering disebut marginal user, si pemakai mampu melakukan percakapan dasar dan dalam situasi yang tidak mendesak. Angka 501-525 disebut modest users, pemakai mampu berkomunikasi dan jarang melakukan kesalahan. Angka 526-550 disebut competent users, pemakai dapat berkomunikasi dalam berbagai situasi. Dan yang paling tinggi 550 ke atas yang disebut good user, dan pemakai sudah mampu berkomunikasi dalam berbagai situasi.

Apa beda TOEFL dan IELTS?

Kalau kita mau daftar beasiswa sekolah ke luar negeri, salah satu syarat yang diminta adalah skor TOEFL atau skor IELTS. Kemudian, kita mengerutkan kening sambil bertanya, ‘emang apa bedanya TOEFL dengan IELTS?’

Perbedaannya banyak dong.. tapi satu persamaan yaitu, sama-sama tes kemampuan bahasa Inggris yang berguna untuk kepentingan akademik (sekolah) di Negara-negara berbahasa Inggris. Bedanya, TOEFL itu sumbernya di Amerika sementara IELTS berasal dari Inggris.

Karena itu, jika ingin melanjutkan sekolah ke Amerika, yang diperlukan adalah skor TOEFL. Sedangkan jika ingin bersekolah ke Inggris, Australia, Canada, maka yang diperlukan adalah skor IELTS. Bagaimana dengan ke Belanda, Jerman, Singapura? Negara-negara itu menerima skor baik TOEFL maupun IELTS. Jadi silakan pilih…

Skor TOEFL dan IELTS juga berbeda.. Kalo TOEFL paper based skornya 310-677 dengan rata-rata yang diminta adalah 500 atau 550 atau bahkan 600. TOEFL iBT memberikan skor 0-120 dengan rata-rata nilai yang diminta adalah 80 atau 90. Sedangkan IELTS memberikan skor 0-9 dengan rata-rata skor yang diminta adalah 6,5 atau malah 7.

TOEFL paper based terdiri dari listening, grammar dan reading dengan semua soal pilihan ganda. Kita bisa saja beruntung sehingga tebakan kita jitu dan nilai TOEFL kita bagus. Sementara TOEFL iBT meliputi listening, reading, writing dan speaking. Keempat tes ini dilakukan secara online dengan pusatnya di Malaysia… jadi menggunakan internet makanya namanya iBT. alias internet based test. Di tes ini sebagian soal juga pilihan ganda, sehingga peluang untuk menjawab dengan teknik ‘itung kancing’ masih terbuka..

Sedangkan IELTS, yang meliputi listening, reading, writing dan speaking adalah paper based. Bahkan jawabannya kita tulis menggunakan pensil sehingga bisa kita hapus jika memang diperlukan dalam mengoreksi jawaban kita, ketika masih tersisa waktu saat tes. Speakingnya juga dilakukan dengan orang (interviewer) yang berada di hadapan kita, sehingga bisa riil merasakan dan melakukan percakapan. Hal ini berbeda dengan speaking di TOEFL iBT, kita bicara dengan computer…

Nah, terkait dengan skor yang lebih dipercaya, ada tiga ‘tingkatan’ TOEFL. Yaitu, TOEFL like atau institusional TOEFL yang bisa kita lakukan di berbagai tempat kursus bahasa Inggris di manapun. Biaya testnya biasanya 50 ribu atau 60 ribu saja. Hasil tes ini biasanya hanya berlaku enam bulan. Kedua, TOEFL institutional, yang hanya diselenggarakan di beberapa tempat.. misalnya di UPT Bahasa ITB Bandung, di UI Salemba, di Neso Jakarta. Umumnya hanya dilakukan sebulan sekali atau dua bulan sekali, tergantung peminatnya.. biayanya 27 dolar AS atau sekitar 275 ribu dan umumnya berlaku dua tahun. Ini kelasnya di atas yang pertama, tetapi tidak berlaku untuk internasional.. kalo dipake untuk daftar-daftar awal beasiswa, sudah cukup. Ketiga, adalah TOEFL iBT yang berlaku secara internasional. Biaya testnya sekitar 160 dolar AS sekali test, dan berlaku dua tahun.

Sementara IELTS hanya ada satu jenis, yaitu internasional IELTS yang tesnya berbiaya 150 dolar AS dengan masa berlaku dua tahun. Hanya saja, sebagai (lagi-lagi) scholarshiphunter selama tiga tahun, aku menyarankan teman-teman untuk lebih mempersiapkan IELTS. Karena dari sisi persiapannya, misalnya jika Anda mengambil kursus preparation IELTS, maka IELTS lebih berguna kelak ketika kita studi di luar. Apalagi untuk program Master, akan banyak assignment yang membutuhkan kemampuan kita taking-notes dan writing.. dan itu diajarkan dengan rinci dan jelas di kursus preparation IELTS. Di TOEFL iBT memang ada kemampuan taking-notes dan juga writing. hanya saja, writing yang diajarkan Cuma satu jenis, opini semata. Di IELTS kita di tes mengenai writing untuk data dan writing untuk opini, dengan kata lain IELTS lebih komplit.

Saranku, pastikan jenis kemampuan bahasa yang diminta oleh pemberi beasiswa. Jika memang mintanya TOEFL (seperti Fulbright yang diberikan oleh pemerintah AS) ya penuhi syarat tersebut .Tapi jika diminta TOEFL/IELTS, aku sarankan untuk menyiapkan IELTS. Karena itu tadi, saat melakukan preparation, kita bisa sambil belajar juga.. tak cuma buat tes, tapi juga buat kelak jika kita sekolah di luar negeri.

Oya sedikit catatan, untuk pendaftaran beasiswa tahap awal, beberapa jenis beasiswa tak mempermasalahkan jika kita mendaftar dengan TOEFL paper based sebab kelak mereka akan memberikan test lagi yang tarafnya internasional. Tapi memang akan lebih baik jika kita sudah punya skor internasional IELTS atau TOEFL Semoga tulisan ini bisa membantu.

*referensi  tulisan ini dari kompas.com dan pernah ditulis untuk sang juara school

SHARE

THIS ARTICLE IS WRITTEN BY

M Syaiful Anwar

If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.

Author Profile