0

9 Pekerjaan Sampingan yang Cocok untuk Mahasiswa

20 Nov 2012 by Lambertus Hermawan in Campus Face

Kalau diperhatikan, sekarang ini menjadi mahasiswa yang juga bekerja itu sudah menjadi hal yang wajar. Umumnya bukan kerja di perusahaan, tapi kerja sampingan alias usaha kecil-kecilan. Memang jumlah mahasiswa yang seperti itu tidak banyak, tapi siapa saja pasti kagum akan hal tersebut. Terlebih lagi kalau bisnisnya makin besar dan nilai akademis tetap terjaga.

Yang namanya hidup sebagai mahasiswa memang identik dengan kata ‘mandiri’, termasuk mandiri dalam hal finansial. Kalau memang waktu sekolah dulu selalu menggantungkan diri pada bantuan orang tua, saat mahasiswa adalah saat yang tepat untuk mengusahakan sesuatu untuk diri sendiri. Toh suatu hari nanti, kita akan lepas juga dari orang tua. Jadi kapan lagi kita membiasakan diri cari uang sendiri kalau bukan sekarang?

Berikut akan KampusNews sampaikan beberapa contoh pekerjaan sampingan yang umum dilakukan oleh mahasiswa. Pekerjaan ini umumnya memiliki waktu yang fleksibel. Itulah sebabnya cocok bagi mahasiswa yang juga sudah disibukkan oleh tugas-tugas kuliah.

1. Guru Les

Keuntungan jadi mahasiswa adalah kamu bisa jadi guru les. SD, SMP, atau SMA dengan materi apa aja yang kamu kuasai. Setahu KampusNews, guru les paling banyak itu guru untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Karena mahasiswa pernah melewati masa sekolah, jadi dianggap mampu menguasai materi-materi pada mata pelajaran tersebut.

Untuk menjadi guru les, kamu bisa menawarkan jasa secara independen. Artinya kamu bisa langsung menawarkan jasa pada calon pelanggan, tanpa perantara. Keuntungannya di sini adalah kamu bisa mengatur sendiri upah yang akan kamu terima dan 100% jadi hak kamu. Cara lain, kamu bisa ikut lembaga les yang ada di daerahmu. Keuntungannya di sini adalah kamu tidak perlu repot-repot cari pelanggan dan hal-hal manajemen lainnya sudah ada yang mengatur.

Tantangan yang harus kamu hadapi untuk menjadi guru les biasanya adalah tentang manajemen waktu. Kamu harus bisa membagi waktu dengan baik, antara kerja dan kuliah. Kamu juga harus mengatur jadwal yang sesuai, antara jadwalmu dan jadwal murid lesmu. Tantangan lainnya adalah tentang mental pendidik kamu. Menjadi guru les itu kadang penuh dengan ujian, tergantung dari kemampuan murid lesnya. Ada yang nakal, ada yang malas, ada yang nggak peduli, ada yang caper. Hadeeeh…

Sebenarnya saingan untuk menjadi guru les itu cukup banyak. Tapi mengingat kebutuhan pasar yang cukup besar, jadinya kamu tidak akan kesulitan untuk mendapatkan tambahan uang saku. Selain itu, kamu juga bisa mengingat kembali pelajaran yang sudah lalu. Lebih lagi, kamu dapat pahala karena sudah membantu orang lain yang tidak tahu menjadi tahu. Punya pekerjaan sampingan sebagai guru les adalah pekerjaan yang mulia.

2. Bisnis Pulsa

Pekerjaan yang satu ini bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak hanya mahasiswa. KampusNews tahu kalau sudah banyak anak sekolahan yang sudah sambil jualan pulsa ke teman-teman dan guru-gurunya. Saat ini sudah banyak penyedia jasa pengisian pulsa di internet. Jadi, silakan dicari yang harganya sesuai. Mengapa? Karena kamu memiliki hak untuk memasang harga sendiri berdasarkan nominal dan operator. Kamu nantinya akan mendapatkan untung dari selisih hargamu dengan harga dari penyedia jasa.

Kalau kamu masih awal, jual pulsa (elektrik) itu tidak perlu konter. Yang kamu perlukan cukup hape dan modal untuk saldonya. Melihat hal tersebut, itu artinya kamu tetap bisa jualan walaupun lagi di jalan.

Bicara tentang keuntungan, sebenarnya bisnis ini membuat kamu pasti untung, tapi sedikit. Mungkin kisaran ratusan sampai ribuan rupiah saja, kira-kira tidak sampai 3000. Jadi usaha ini hanya bertahan lama bagi mereka yang ulet dan sabar. Kalau kamu mau buru-buru dapat uang banyak, bisnis ini sangatlah tidak cocok.

Sama seperti jadi guru les, mahasiswa yang memutuskan untuk jualan pulsa juga banyak. Perang harga itu biasa. Jadi kamu harus main strategi juga kalau mau maju dengan bisnis ini. Layanan yang kamu lakukan juga harus baik, entah dalam menghadapi pelanggan maupun kemampuan server untuk bertransaksi pulsa (misal: kirimnya cepet). Itulah sebabnya kamu perlu cari referensi penyedia jasa pulsa yang handal. Jangan sampai kamu dijauhi pelanggan gara-gara kirim pulsanya lama abis.

Bisnis pulsa ini tergolong mudah, tapi tantangannya ya itu tadi… kesabaran. Kesabaran untuk menabung keuntungan yang receh-receh itu, juga kesabaran dalam menghadapi pelanggan. Dari kacamata KampusNews, untuk bisnis pulsa mahasiswa, pelanggan adalah raja sekaligus setan. Yang perlu kamu ketahui, karena kamu yang jual, biasanya pembelinya adalah orang-orang yang sudah kenal sama kamu. Itu artinya, pembeli akan lebih mudah untuk ‘tidak sungkan’. Mungkin kamu baik hati dengan memperbolehkan mereka utang, tapi hati-hati dengan nominal utang mereka yang bisa semakin membengkak. Bisa-bisa kamu kehabisan modal dan bisnismu berakhir dengan mengenaskan.

3. Ghost Writer

Menurut KampusNews, masih sebagian kecil mahasiswa yang mendapatkan pengalaman sebagai Ghost Writer. Apa itu? Ghost Writer atau ‘penulis hantu’ adalah orang yang menuliskan artikel tanpa mencantumkan namanya sendiri sebagai penulis. Pekerjaan ini bisa dibilang sebagai jasa tulis. Ya, orang minta kamu untuk menulis beberapa artikel dengan ketentuan tertentu. Kamu dibayar untuk setiap artikel yang diterimanya.

Umumnya artikel yang kamu buat adalah artikel berbahasa Inggris, menjadikan kamu harus memiliki kemampuan ini agar bisa menghasilkan tulisan yang bagus. Namun, sekarang juga mulai banyak jasa penulisan dalam bahasa Indonesia. Sama-sama artikel, tapi beda upah yang kamu terima. Tentunya upah dari penulisan artikel berbahasa Inggris akan lebih mengisi kantong kamu.

Untuk menjadi ghost writer, kamu bisa mendaftar di lembaga penyedia jasa tulis. Cari saja, banyak di internet. Biasanya kamu akan training membuat beberapa artikel terlebih dahulu dalam batas waktu tertentu. Kalau hasilmu bagus, kamu akan diterima. Nantinya kamu akan menulis artikel antara 5-10 artikel atau lebih. Minimalnya 150-500 kata. Kententuan lainnya, misal harus mengandung kata kunci A atau memuat link B. Semakin panjang kata yang diperlukan, semakin besar upah yang kamu terima. Dan no plagiarism!

Meskipun kelihatannya cuma menulis, KampusNews yakin kamu akan menyerah kalau tidak memiliki keteraturan dalam manajemen waktu. Kamu memang bisa menulis dimana saja, waktumu sangat fleksibel, tapi siapa sangka kalau dalam menulis kamu akan mengalami pasang surut dalam mood. Kita memang memiliki keterbatasan pengetahuan, kan? Jadi beberapa tema mungkin membuatmu kelabakan tentang apa yang harus kamu tulis.

4. Nge-Blog

Untuk yang biasa ngeblog, sepertinya aktivitas satu ini bisa juga dijadikan pekerjaan sampingan. Katakanlah, kamu memasang AdSense atau menyediakan space untuk banner iklan di blogmu, atau kamu menyediakan jasa review, dan sebagainya. Memang biasanya ngeblog itu hanyalah sebuah kegiatan pribadi, mau dibaca atau tidak itu terserah. Tapi dengan mendapatkan penghasilan dari blog… tidak banyak orang yang bisa melakukannya. Kalau kamu bisa, itu artinya kamu hebat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah tentunya kamu harus punya blog. Kamu juga harus aktif dan menjalin hubungan yang baik dengan pembaca. Manfaatkan teknik SEO untuk meningkatkan traffic blogmu. Dengan banyaknya pengunjung, tentunya banyak juga orang yang tertarik untuk pasang iklan.

Usaha melalui jalur blog itu gampang-gampang susah. Kalau kamu mau yang hasilnya cepet, mungkin ini bukan jalannya. Karena biasanya kita perlu waktu untuk menarik perhatian orang banyak dan menjadikan blog kita terkenal. Selain itu, biasanya kalau kamu memang tidak terbiasa menulis, kamu akan cepat bosan. Akhirnya kamu berhenti. Jadi, ketahananmu untuk ngeblog termasuk ke dalam tantangannya.

5. Jaga Warnet

Kalau kuliah paginya, kamu bisa jaga warnet malamnya. Yah, kelihatannya memang waktumu akan tersita. So, untuk menjadi seorang mahasiswa sekaligus penjaga warnet, kamu harus punya waktu istirahat khusus.

Apa yang menyenangkan menjadi penjaga warnet? Tentunya kamu punya komputer sendiri yang tidak bisa diganggu gugat. Kamu punya internet dan kamu bisa habiskan waktu jagamu sambil browsing. Kalau kamu mahasiswa yang bener, pastinya kamu juga menyempatkan waktu sambil belajar atau cari referensi materi kuliah.

Untuk menjadi penjaga warnet, tentunya kamu harus memiliki kemampuan yang berhubungan dengan internet dan pelayanan yang baik. Kamu bisa troubleshoot masalah-masalah warnet juga menjawab semua pertanyaan pengunjung yang kadang nggak penting, seperti “Mas, punya facebook ga?”. Dan pastinya, kamu juga akan digaji bulanan sama yang punya warnet. Walaupun kadang upahnya nggak seberapa, tapi itu belum termasuk koneksi internet yang kamu dapatkan setiap jaga.

6. Ikut Proyek Dosen

Kalau kamu dekat dengan dosen dan kemampuanmu diakui, kamu biasanya akan mendapatkan ajakan proyek. Atau kalaupun nggak, biasanya dosen yang lagi butuh tenaga tambahan untuk proyeknya juga akan cari-cari mahasiswa yang punya waktu senggang. Kamu bisa manfaatkan ini untuk menambah pengalaman kerja sekaligus ketrampilanmu. Kalau kamu beruntung, kamu bisa manfaatkan permasalahan di proyek tersebut sebagai tugas akhirmu, dan dosenmu itu jadi pembimbingnya. Kamu juga akan dapat bagian dari hasil proyek tersebut. Nah, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Tapi tidak semua mahasiswa beruntung seperti itu. Kalau tidak mampu membagi waktu, bisa-bisa kamu malah memfokuskan diri pada proyek dan mengesampingkan kuliahmu. Kalau kerjaanmu tidak bagus, hubunganmu dengan dosen juga bisa memburuk. So, harus hati-hati.

7. Buka Usaha Bareng Teman

Sekarang mulai bermunculan usaha-usaha baru yang dirintis oleh mahasiswa. Mereka ini istilahnya entrepreneur. Kamu bisa buka usaha bareng teman. Bisa buka bisnis makanan, kaos, jasa, dan banyak lagi lainnya. Yang namanya berbisnis, tentunya kamu akan melewati banyak tantangan selama menjalankannya. Mulai dari saingan dengan usaha lain, cara menarik hati pelanggan, pemenuhan bahan baku, penyimpanan, publikasi, sampai keuangan juga. Komitmen kalian untuk menjaga usaha ini tetap berjalan juga akan diuji setelah berjalan beberapa saat.

Tentunya, yang kamu perlukan sebelum memulai usaha ini adalah ide bisnis, modal, dan kekompakan kalian sebagai satu tim. Untuk mendapatkan modal, kalian bisa patungan atau mendapatkan bantuan dari kampus atau bank. Saat ini banyak kampus yang sudah membuka peluang bagi mahasiswanya menjadi entrepreneur. Kalian juga akan mendapatkan bimbingan dan evaluasi, sampai akhirnya usaha kalian bisa berdiri sendiri. Kalian juga bisa memulainya dari sebuah lomba bisnis plan.

Keuntungannya tentu akan kalian rasakan ketika bisnis kalian berjalan dan uang mengalir dengan lancar. Siapa tahu, ketika kalian lulus nanti, kalian tidak perlu lagi melamar pekerjaan kemanapun. Kalian bisa bekerja di tempat kalian sendiri. Dan yang lebih mulia lagi, kalian bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Kasus terburuk yang mungkin terjadi adalah kalian bangkrut atau merugi. Jadi, perlu pikirkan masak-masak, lalu lakukan.

8. Jualan di Toko Online

Sekarang sudah banyak tempat di internet yang bisa menjadi etalase barang jualan kalian. Social media juga termasuk di antaranya. Yang kalian perlukan hanyalah foto dan keterangan dari barang-barang tersebut. Cara ini biasanya juga digunakan oleh orang yang mau menjual barang-barang second-nya.

Berjualan secara online intinya adalah kepercayaan antara penjual dan pembeli. Foto barang yang asli dan pelayanan yang cepat menjadi prioritas dalam berjualan secara online. Biasanya, kalau pelayanan dan barang kalian baik, pembeli juga akan melakukan transaksi lagi di kemudian hari. Atau lebih baik, mempromosikan lapak kalian.

9. Bikin Buku

Suka menulis? Luangkan waktumu sedikit demi sedikit untuk membuat buku.

Tantangan utama adalah sanggupkan kalian membuat sebuah buku. Tantangan kedua adalah apakah buku kalian diterima oleh penerbit. Jika kalian bermaksud mendapatkan uang dari buku tersebut, pastikan kalian mengirimkan naskah-naskah kalian ke penerbit yang memiliki jaringan toko buku. Jika kalian ingin memperbanyak portofolio, tidak ada salahnya kalau kalian mencoba penerbit indie. Penerbit indie akan membantu proses cetak buku kalian, tapi untuk promosi kalian harus melakukan sendiri.

SHARE

THIS ARTICLE IS WRITTEN BY

Lambertus Hermawan

Still working to be a writer. There's no other important dreams than become a writer. Wait for my books, folks!

http://www.kampusnews.com/9-pekerjaan-sampingan-yang-cocok-untuk-mahasiswa/